Surga Di Telapak Kakinya

Ibu....
Orang yang melahirkan aku di kehidupan dunia.
Ia yang rela berjuang melahirkan aku antara mati dan hidupnya.

Setiap detik, menit dan jam yang telah membesarkan aku dimasa kecil ku hingga aku tumbuh sempurna sampai saat ini.
Aku bersyukur karena kamu, aku menikmati masa kecil aku yang penuh warna.

Ibu....
Yang selalu sabar menghadapi sikap dan sifat aku yang suka bandel atau tidak mendengarkan apa kata dia dan sering sekali aku melanggar apa kata dia.
Maafkan aku.

Kadang aku malu untuk bercerita, tetapi dia lah orang tempat ternyaman untuk berbagi cerita.
Dia jugalah orang yang meminjamkan tangannya untuk mengusapkan tangannya ke pipi ku.

Ibu....
Seperti guru yang terbesar di hati aku, ia mengajari dan menemukan sesuatu keajaiban yang ada di kehidupan dunia ini.

Aku bagaikan menemukan sinar matahari yang terang menerangkan.

Serumit apapun ekonomi yang ada, dia yang sangat berusaha membuat jalan untuk memastikan masa depan yang cerah.

Dia juga orang yang tidak merelakan aku untuk berpendidikan jauh di luar sana.
Tenang, aku selalu tinggal disini bersamamu kapanpun itu.

Selalu khawatir akan ketika aku tidak ada berada di dekapannya.
Selalu perduli kapanpun saat aku sakit.
Selalu menjaga aku dengan cara nya sendiri.
Dia adalah orang yang selalu menjaga dan perduli aku setiap saat nya.

Ibu...
Adalah teman, guru, inspirasi, pelindung dan rumah aku.
Kamu yang selalu ada paling utama dihati aku.

Terimakasih kamu sudah memperkenalkan aku kepada Allah dalam hidup ku.
Terimakasih untuk semua waktu yang tak terhitung.
Terimakasih atas semua pengorbanan yang kamu lakukan untukku.

Mungkin kata-kata ini tidaklah sepenuhnya aku menuangkannya, mungkin kata-kata ini tidaklah cukup untuk semua yang ada.
Tetapi satu kenangan yang Ibu harus ketahui.

Bu, aku adalah orang yang sangat malu akan mengatakannya, akulah orang yang paling gengsi untuk mengatakannya dan akulah orang yang mungkin tak pernah mengatakannya.

Bu, aku sangat mencintaimu.
Aku selalu bersyukur kepada Allah karena aku memiliki kamu.
Kamu satu-satunya cinta yang tidak pernah saya temui.
Cinta kamu adalah alasan untuk diri saya setegar ini.

Bu, kamu adalah segalanya bagiku. Kamu adalah bidadari yang dititipkan Allah untukku.
Dan aku akan melihat kamu disetiap pengalaman indah yang terjadi di hidupku ini.

Bu, maafkan aku kamu menangis sendirian dan memendam semuanya demi aku.

Bahagialah dan tersenyumlah setiap saatnya.
Tanpa kamu, aku tidak akan pernah bisa melihat kamu tersenyum tulus seperti itu.

Aku akan selalu mendoakan kamu disetiap ibadah aku ibu....

************************************

Ketika aku bekerja jauh dihadapannya.
Ketika aku sudah berkeluarga.

Jangan pernah melupakan Ibu mu, pulanglah atau telfon dia.
Karena sosok aku adalah penyemangat sekaligus pelepas rindu baginya.

Kepoin juga akunnya.
- Twitter : rimaniah
- Instagram : @rimaniah.s

Comments

Popular posts from this blog

Teruntuk Orang Tua

Kebodohan Dan Kesepian

That's Life